Di sore hari, saat gue sedang berjalan ke pelosok desa terpencil di
sebuah hutan jauh dari keramaian, gue lihat ada sebuah rumah tua yang
menurut gue sudah gak layak huni, gak tau kenapa ada rasa yang mndorong
gue buat ngelihat ke dalam, akhirnya gue gerakan kaki dengan melangkah
perlahan, setelah di muka rumah, gue ketuk pintu dan memberi salam, 3
kali udah gue lakuin, tetapi gak ada jawaban, jadi gue pikir mungkin gak
ada orang sepertinya di dalam.
Lalu gue coba buat ngeberaniin diri untuk melihat ke dalam, gue buka
pintu tua itu dengan agak sedikit takut, KREKOOOTTT!!!, begitu kira kira
suara pintu yang dengan perlahan gue buka, gue lihat sekitar ruangan,
begitu sepi, berantakan dan sedikit sarang laba laba di sudut sudut
ruangan, juga Gue lihat ada 1 lukisan usang, yang bergambarkan seorang
nenek yang sedang menenun kain, karena penasaran gue lanjutin melangkah
lebih ke depan.
Gue jelajahi kamar satu persatu, tiba tiba kresss!!! Fuhhh, hanya
bekas pecahan gelas kaca di lantai yang gue injak, bikin gue sedikit
kaget, dan begitu gue masuk kekamar yang tengah, alangkah kagetnya gue
ngelihat seorang perempuan memakai piama putih, berambut panjang dengan
tatapan kosong ke arah gue, tapi kenapa gue cuma bisa diam saat itu,
bulu kuduk pun merinding, dan kemudian gue baru sadar dan gue kaget, gue
pun langsung lari terpingkal pingkal, bahkan sesekali sampai jatuh.
Gak terasa gue sudah jauh dari tempat itu, dengan nafas setengah
mati, gue duduk di dekat pohon, gue sandarin badan gue ke pohon, gue
tarik nafas dalam, gue tenangkan sejenak. karena gue lihat matahari
sudah mulai tenggelam, gue lanjutin untuk berjalan pulang, Tapi tiba
tiba, saat gue mulai melangkahkan kaki, gue ngelihat sebuah rumah itu
lagi ada di depan gue, “HAHH!!!” Gue tercengang dan kaget lagi, alhasil
gue berlari lagi, lari lebih jauh lagi, dan lagi lagi gue bertemu dengan
rumah tua itu lagi, sepertinya gue hanya berlari di tempat itu itu
saja.
Dengan bermandikan keringat yamg terus mengucur, gue ketakutan, gue
kacau, gue kecapean, “arrrggghhh”. tubuh gue rasanya sudah kehabisan
stamina, gue mulai lemas, dan gue juga mulai lapar.
Lagi tiba-tiba, sesosok nenek nenek muncul dari arah belakang gue,
dengan wajah yang menyeramkan, sepintas gue lihat wajahnya mirip sama
yang ada di lukisan. “UWAAA!!!” Kaget bukan kepalang, gue pun berlari
lagi, tapi kali ini rasanya begitu berat, gue lihat ada sebuah sepeda
ontel tua tahun 70an, ‘mungkin lebih baik gue ngdrive itu aja’ pikirku
dalam hati.
Dengan kencang gue kayuh sepeda itu, na’as, saat itu ada turunan
tajam, karena gak ada remnya, gue pun terjatuh tersungkur, karena gue
menjatuhkan diri gue sendiri ke arah lain, dan sepedanya!, Sepedanya
menabrak pohon besar, dan gak bisa lagi digunain, gue merintih
kesakitan, tapi itu lebih baik menurut gue, yang penting gue sudah jauh
dari rumah itu.
Hari udah mulai gelap, lagi, gue pun bergegas bangun dan berjalan…
Berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya gue berada di tepian jurang,
ternyata gue tersesat, hanya menelan ludah dan dengan rasa lelah, lagi
lagi, sepertinya ingin membuat diri gue menangis sesak…
Tiba tiba gue lihat di sekeliling, begitu banyak sekelompok buaya,
yang perlahan mulai mendekati gue, gak tau harus kemana lagi dan berbuat
apa, sedikit demi sedikit gue mundur, mundur dan mundur, bagai telur di
ujung tanduk, ya begitulah kata pribahasa yang mewakili keadaan gue
saat itu, gue bingung, akhirnya gue tergelincir, gue pun terjatuh…
“Aaaaaaa”
BLEGG!!! Hmmmm lalu gue terbangun dan sadar, kalau ternyata gue jatuh dari tempat tidur,
Huhff miris…
Gerah, pengap, wajah dan rambut kusut… Gue pun langsung beristighfar,
lalu mengambil segelas air putih dan meminumnya, gue lihat jam di
dinding, ternyata waktu sudah hampir magrib, gue baru terbangun dari
tidur.
Jadi buat para pembaca , jangan tidur berlebihan apa lagi sampai
mendekati waktu magrib, selain bisa menyebabkan mimpi buruk juga tidak
baik. Dan Jangan lupa juga baca doa.
Wassalam…
Cerpen Karangan: Ze Arrosyid
Facebook: Zeze Arrosyid