Hidup Kedua

Aku jeo, dulu aku seorang pemuda berandal. Hampir setiap hari aku tak pernah di rumah, jika pulang ke rumah hanya sekedar minta duit sama orangtuaku, itu pun dengan cara yang tidak sopan.
Suatu hari, aku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, entah berapa botol minuman yang ku habiskan.
“Sukir, Karmi… gua minta duit!!” begitulah aku panggil kedua orangtuaku.
“Kamu mabuk lagi jeo?” tanya bapakku dengan kata-kata yang halus tapi tegas, sedangkan ibuku hanya menangis melihat keadaanku.
“Cerewet lu jadi orang! mana duit gua?” bentakku lebih keras
“Buat apa sih nak? mabuk-mabukan lagi?” tanya bapakku.
“Nggak usah banyak omong deh! mana duitnya?” bentakku lagi sambil memukul meja. bapakku hanya diam sedangkan ibuku tetap menangis.
Aku pun menuju kamar orangtuaku dan mengambil uang. aku pun pergi meski bapakku mencoba menasehatiku.
Dalam keadaan mabuk aku mengendarai motor berboncengan dengan kedua temanku Dhee dan Zee. Baru sekitar 100 meter dari rumah, aku dan temanku mengalami kecelakaan. Kami bertabrakan dengan sebuah mobil.
Ku buka mata ini, hanya seberkas cahaya putih dari lampu yang ku lihat. Tak berselang lama, aku lihat sekelilingku. Aku melihat kedua orangtuaku tertidur di sebuah sofa.
Entah apa yang terbersit di kepalaku. Aku lepas jarum infus dari tanganku, aku coba beranjak dari tempat tidurku. Namun aku terjatuh, karena kaki kiriku diamputasi. Bapak dan ibu terbangun dan menghampiriku. Mereka mencoba membantuku bangkit. Aku pun langsung mencoba memeluk kaki mereka, sambil menitikkan air mata aku meminta maaf kepada mereka.
Sesaat kemudian aku bertanya tentang Dhee dan Zee, bapak menjawab mereka telah mati. Begitu terpukul aku mendengarnya, aku penyebab mereka menjadi anak liar dan aku penyebab mereka mati.
Kini aku telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Aku berharap, kejadian itu tak terulang pada mereka.
Cerpen Karangan: Didik Setiawan
Facebook: Dhee Nda Panda

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis yang telah di terbitkan di cerpenmu
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar