Kisah ini berawal dari bangku SMA teman spesial ku yang ku temui di
Yogyakarta, namanya Anton. Masa SMA Anton sangat berkesan untuknya, dia
bisa dibilang anak berandal tapi baik hati. Asli hatinya baik namun
pergaulan merubahnya, merok*k, minum-minuman keras, bahkan dia sempat
mencoba g*nja sebelumnya. Namun itu berlangsung sebelum dia bertemu
seorang gadis cantik bernama Ayu. Ayu adalah seorang gadis yang berparas
cantik, kecantikannya bertambah anggun dengan sikap dewasa nya yang
banyak dikagumi oleh banyak orang terutama teman-teman SMA nya. Ayu kos
di dekat lingkungan sekolahnya, rumah ayu sebenarnya berada jauh dari
daerah sekolah nya. Merebutkan hati Ayu sangat sulit menurut cowok-cowok
yang berada di SMA nya karena Ayu sangat dingin terhadap cowok.
Ayu dan Anton belum saling mengenal awalnya dan itu pun berlanjut
sampai kelas 2 SMA, dimana tiba saat pembagian jurusan dan Ayu berada di
kelas IPA sedangkan Anton di kelas IPS 2. Di kelas 2 ini Anton dan Ayu
sama-sama memiliki “Geng” sebutan keren masa itu. Anton di kelas IPS nya
dan Ayu di Kelas IPA nya. Dan sebenarnya antara kedua kelompok itu
sama-sama saling tidak menyukai alias ilfil gitulah. Sayangnya saat
pihak sekolah mengadakan kegiatan Pesantren Kilat, harus menggabungkan
kedua jurusan itu IPA dan IPS serta meminta para siswa untuk membentuk
kelompok yang sudah ditentukan oleh guru yang menangani program
pesantren kilat tersebut. Kebetulan Anton satu kelompok dengan Ayu,
berhubung waktu di sekolah nggak mencukupi mengerjakan tugas itu, jadi
Ayu menawarkan untuk melanjutkan pekerjaan kelompoknya di tempat Ayu aja
yang kebetulan tidak begitu jauh dari sekolah. Anggota kelompoknya pun
menyetujui itu termasuk si Anton. Anton yang terkenal tanggap, semenjak
satu kelompok dengan Ayu seolah mati kutu dan menjadi diam seribu
bahasa. Teman Anton yang kebetulan mengenali Anton langsung menegur
Anton sambil becanda, “ton, kok tumben sih kamu diem aja…!!”, Anton
hanya tersenyum mendengar temannya bicara seperti itu.
Sepulang sekolah Anton bergegas untuk berangkat ke kos Ayu untuk
melanjutkan tugas kelompok yang tadi sempat tertunda di sekolah. Setiba
di tempat Ayu, Anton dan teman-temannya pun langsung mengerjakan tugas
mereka, teman Anton seketika berkata, “ton ngomong dong..!! dari tadi
diem aja kamu…”, lagi lagi Anton hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah
katapun. Tiba-tiba Ayu pun bertanya, “ton, kamu punya pendapat apa
ngomong aja jangan diem terus…!!”, yaah mungkin karena Anton grogi
ketemu Ayu kali ya jadinya Anton cuma senyum-senyum. Setelah selesai
mengerjakan tugas mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing, tapi
tidak dengan Anton. Dia pergi menemui teman-temannya yang berada di
tempat biasa mereka nongkrong. Anton bersenda gurau seperti biasanya,
tidak seperti saat di rumah Ayu tadi yang diam seribu bahasa. Keesokan
harinya pun telah tiba, hari terakhir pesantren kilat sekaligus hari
mengumpulkan tugas yang telah diberikan kepada masing-masing kelompok.
Saat itu Anton berkata dalam hati, “kenapa rasanya, aku ingin terus
melihat Ayu ya… dan terlalu cepat ini berakhir, hmmm tapi ya sudahlah
paling Cuma perasaan biasa saja”.
Pesantren Kilat pun sudah berakhir, mereka pun menjalani aktifitas
seperti biasa berhubung saat itu sedang menjalankan puasa ramadhan maka
aktifitas di sekolah pun lebih banyak berada di dalam ruang kelas. Saat
istirahat tiba dan kebetulan Ayu tidak menjalankan puasa karena
berhalangan, jadi Ayu berjalan menuju kantin sekolah dan ternyata Ayu
bertemu dengan Anton yang berada di katin juga, Ayu langsung bertanya,
“ton kamu puasa gak?, malu lho kalau gak puasa, anak SD aja pada
menggebu-gebu belajar berpuasa masa kamu gak puasa, padahal kan kamu
anak SMA bukan anak SD lagi”, Anton pun menjawab, “ya Ayu, aku puasa..”,
Ayu berkata, “syukurlah, kalau gitu moga aja kamu gak bohong”.
Mendengar ucapan Ayu tadi seketika Anton membatalkan pesanannya kepada
ibu kantin, padahal sebelumnya Anton ke kantin untuk memesan makanan
karena dari pagi dia tidak makan walaupun sebenarnya dia ikut makan
sahur. Karena ikut-ikutan temannya yang ngajakin dia kekantin dia jadi
berniat diam-diam makan alias membatalkan puasa tanpa sepengetahuan guru
maupun teman-teman yang lain.
Waktu berlalu begitu cepat, dan lebaran pun tiba. Seperti biasa Anton
dan teman-teman nya pergi bersilaturahmi ke rumah teman-teman yang lain
untuk menyambut datangnya hari raya nan fitri ini. Anton di ajak
temannya untuk berkunjung ke salah satu rumah yang Anton sendiri belum
tahu rumah siapa yang akan didatangi. Ternyata saat mengetuk pintu yang
keluar adalah gadis cantik kelas IPA yaitu Ayu, Anton pun kaget melihat
Ayu dan diam seketika tanpa bicara apapun selama berada di rumah Ayu,
padahal mereka bercanda serta bersenda gurau dan ngobrol hampir satun
jam lamanya tapi Anton tidak berbicara satu patah kata pun. Ayu
tersenyum ketika melihat Anton yang dari tadi diam saja, si Candra salah
satu teman Anton bertanya pada Anton, “tumben ton, kamu diam dari
tadi”, lagi lagi di depan Ayu, Anton hanya tersenyum.
Setelah peristiwa mendadak ketemu pas momen lebaran kemarin Anton dan
Ayu pun jadi dekat, mereka saling bertukar nomor HP dan berkomunikasi
setiap malamnya. Lama kelamaan mereka menjadi sangat akrab, semenjak
kenal Ayu si Anton pun mulai menunjukkan perubahan sikapnya yang menjadi
jauh lebih baik, dia sudah meninggalkan minuman keras dan hal-hal yang
negatif yang pernah dia jabahi sebelumnya. Namun satu kebiasaan yang
belum bisa dia tinggalkan yaitu merok*k, bagi nya sulit untuk berhenti
merok*k sekaligus. Tapi perlahan dia sudah mengurangi kebiasaan merok*k
itu, dan hanya merok*k ketika kumpul dengan teman-temannya saja. Karena
Ayu juga tidak menyukai cowok yang perok*k makanya Anton tidak merok*k
ketika jalan atau sedang bersama Ayu. Anton mulai sering mendatangi Ayu
di rumahnya dan suatu hari Anton pun memberanikan diri untuk
mengunggkapkan perasaannya ke Ayu. Saat itu pertama kalinya Anton
menggenggam tangan Ayu, dan rasa bahagia menyelimuti hatinya karena dia
bisa memegang tangan seorang cewek yang sangat ia sayangi. Namun
sayangnya respon Ayu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Anton,
Ayu menolak Anton untuk menjadi kekasihnya. Alasan Ayu karena
sahabatnya Gina tidak menyetujui hubungan mereka, Gina adalah teman
akrab Ayu di kos dan juga teman satu kelas Anton. Gina bilang umur
mereka terpaut cukup jauh bahkan lebih tua Ayu dari pada Anton dan
menurut Gina mereka memiliki sifat yang berbeda dan susah untuk
menyatukan sifat mereka.
Berkali-kali Anton menyatakan perasaannya namun respon Ayu tetap
sama. Kali ini Anton akan mengungkapkan perasaan sayang nya kepada Ayu
dan ternyata Gina tahu hal itu, seketika Gina langsung memanggil mereka
berdua untuk bertemu dan saling bicara tentang hubungan mereka. Ketika
bertemu itulah Gina bertanya kepada Anton tentang perasaan Anton kepada
Ayu dan Anton berbicara yang sebenarnya bahwa Anton sangat menyayangi
Ayu. Sontak Ayu menjawab, “aku tidak mau menerimamu, aku tahu kamu masih
merok*k di belakangku padahal kamu bilang kamu tidak akan merok*k
lagi”, Anton pun kaget mendengar pernyataan Ayu tadi, dan Anton pun tahu
Pasti Gina yang sudah menceritakan hal itu ke Ayu. Sebenarnya itu juga
merupakan salah satu alasan Anton untuk menerima alasan Ayu menolaknya,
dan Anton takut kalau Gina akan menceritakan apa yang dia perbuat di
belakang Ayu. Dan sebenarnya Anton sudah mengurangi mengkonsumsi rok*k,
namun yang ditakutkan Anton terjadi juga. Gina berkata, “sudahlah
sekarang mendingan kalian jaga jarak aja dan fokus untuk ujian, karena
kalian tidak bisa bersatu, sifat kalian berbeda satu sama lain”, Ayu dan
Anton pun menyetujui hal itu mentah-mentah.
Ujian pun berlangsung dengan lancar dan berjalan dengan lancar sampai
hari akhir ujian. Keesokan harinya saat selesai melaksanakan ujian yang
menguras otak, Anton bersenda gurau dengan teman-temannya seperti biasa
di depan kelas berhubung ujian nya sudah selesai dan hanya tinggal
menunggu pengumuman kelulusan dan nggak ada jam pelajaran lagi.
Tiba-tiba pandangan Anton tertuju pada ruang guru yang berada lurus dari
koridor kelasnya dan dia melihat Ayu bersama orangtuanya sedang berada
di ruangan itu. Ayu pun menoleh dan melihat Anton dari kejauhan ya..
seperti kontak mata mereka begitu tajam dan menyatu. Feeling Anton pun
menjadi nggak enak karena melihat pandangan Ayu yang redup. Anton
berjalan menghampiri salah seorang teman kelas Ayu yang bernama Fina,
“fin, kenapa Ayu berada di ruang guru..?”, fina pun menjawab, “dua hari
lagi Ayu akan berangkat ke Jakarta untuk kuliah disana”, Anton terkejut
mendengar hal itu. Dia langsung menghubungi Ayu via sms dan Anton
bertanya tentang kebenaran keberangkatannya yang kurang dua hari lagi,
ternyata itu semua benar. Anton mengungkapkan isi hatinya lagi pada Ayu
lewat sms karena selama menjelang ujian dan sesudahnya mereka
benar-benar lost kontak. Ternyata Ayu merespon baik perasaan Anton.
Anton tak ingin membuang-buang waktu lagi, seketika ia menelefon Ayu dan
bertanya, “yu, mau nggak kamu jadi pacar ku?”, ayu pun menjawab, “ya,
aku mau”, Anton sangat bahagia mendengar pernyataan Ayu dan Anton pun
langsung berteriak, “aku diteeerriiimaaa!!!”, teman-teman yang
mendengarpun ikut bahagia mendengar Anton yang lagi berbunga-bunga akan
cinta Ayu. Tapi ada satu syarat yang diminta oleh Ayu, Ayu minta untuk
merahasiakan hubungan mereka sementara waktu. Syarat itu diajukan Ayu
karena untuk menyembunyikan dari Gina sahabatnya yang juga teman Anton.
Anton menyetujui itu, ya mungkin syarat apapun akan dipenuhi Anton demi
mendapatkan sosok cewek yang benar-benar ia sayangi.
Hari keberangkatan Ayu pun tiba namun sayangnya Anton tidak bisa ikut
mengantarkan Ayu karena Anton tidak ada kendaraan, bandara dengan rumah
Anton cukup jauh. Tak lama setelah Ayu berangkat ke Jakarta, Anton pun
berangkat ke Yogyakarta untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi
Yogyakarta. Semenjak mereka jadian sampai 1 bulan lebih berlalu mereka
belum pernah bertatap muka secara langsung tapi komunikasi tetap lancar.
Suatu hari mereka mengalami konflik, Ayu merasa sangat takut kehilangan
Anton dan Ayu mungkin sangat merindukan Anton sehingga mulai muncul
perasaan-perasaan curiga kepada Anton. Ketika itu Anton jatuh sakit dan
dirawat di rumah sakit, Anton pun lupa mengabari Ayu. Sayangnya Ayu
langsung menyimpulkan begitu cepat, Ayu merasa Anton bersama wanita lain
padahal Anton terbaring Sakit, seketika pula Ayu mengambil keputusan
untuk mengakhiri hubungan mereka sebenarnya sayang banget untuk diakhiri
karena apa yang telah mereka perjuangkan itu murni dari hati. Anton
sudah berusaha keras menjelaskan bahwa ia sedang di rumah sakit dan
meluruskan kesalah fahaman itu, namun sifat keras Ayu tidak menerima
alasan Anton apapun itu. Anton sangat sedih dan merasa kehilangan, tapi
salutnya ia tidak berhenti meyakinkan Ayu bahwa ia masih sangat
menyayangi Ayu sekalipun mereka sudah resmi putus saat itu. Lagi lagi
Ayu bersikeras untuk tidak kembali lagi kepada Anton.
Semua itu sudah berlalu selama 6 bulan Anton berusaha membujuk Ayu,
sayangnya tidak berbuah hasil. Anton memutuskan untuk move on bahasa
keren jaman sekarang alias pindah ke lain hati samapai dia bertemu
dengan gadis cantik bernama Lusi. Dia mulai dekat dengan Lusi, bisa jadi
ia akan menjalin kisah kasih bersama Lusi. Namun tiba-tiba Ayu muncul
kembali dan berkata ingin kembali seperti dulu lagi. Dia muncul saat
Anton memutuskan untuk move on dan Anton tidak ingin untuk kembali lagi
dengan Ayu, walaupun di lubuk hati paling dalam Anton masih menyayangi
Ayu. Karena dia tidak mau mengecewakan Lusi yang hadir dalam hidup
barunya maka ia tetap untuk memutuskan tidak kembali ke masa lalunya. Ya
semoga saja teman spesial ku si Anton mendapatkan wanita yang terbaik
untuk hidupnya siapapun wanita itu, dia bahagia aku dan orang-orang
terdekatnya pun pasti ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan.
“Cinta bukan sebuah kata, namun perasaan kasih yang real adanya”
Cerpen Karangan: Raras Kusfajardini
Facebook: Ayyaz.andini[-at-]gmail.com / ayyazdini[-at-]yahoo.co.id